Ulasan

5 layanan Google untuk proyek kecerdasan artifisial / AI

3 Mins read

Saat memulai proyek kecerdasan artifisial / AI tentunya kita memerlukan akses ke banyak hal seperti publikasi ilmiah, dataset, serta infrastruktur lain untuk bereksperimen dengan model AI yang telah kita tentukan. Namun, hal tersebut akan terasa berat jika kita tidak dilengkapi dengan pengetahuan mengenai perangkat apa saja yang dibutuhkan untuk proyek AI kita.

Bagi kamu yang berada di kondisi tersebut, kini tidak perlu khawatir lagi. Saat ini telah tersedia berbagai layanan Google yang dapat kamu gunakan dalam proyek AI-mu. Dan yang paling penting adalah layanan ini disediakan secara gratis, lho! Yuk kita bahas satu persatu apa saja layanan tersebut.

Google AI

Layanan all-in-one Google AI ini disediakan oleh Google untuk membantu berbagai kalangan praktisioner dalam bereksperimen dengan proyek AI mereka. Konten yang disediakan di situs ini cukup beragam; mulai dari kursus, dokumentasi, tutorial interaktif sampai pada contoh kode. Di dalamnya juga terdapat fitur untuk menentukan posisi/peran yang kita jalani saat ini, apakah sebagai peneliti, pelajar, dsb. Kita juga dapat memilih sebagai courious cat jika hanya sekadar penasaran untuk mencoba konten Google AI ini. Selanjutnya, secara otomatis situs ini akan menyesuaikan materi-materi yang cocok dengan posisi/peran yang kita pilih tadi. Sebagai tambahan, kamu juga dapat melakukan filtering terhadap fase pengembangan mana yang sesuai, seperti pengumpulan data, pembuatan model, pengevaluasian model, dll.

Tampilan Google AI. Kamu dapat menyesuaikan materi sesuai dengan posisi, tipe konten dan fase pengembangan proyekmu.
Tampilan Google AI. Kamu dapat menyesuaikan materi sesuai dengan posisi/peran, tipe konten dan fase pengembangan proyekmu.

Khusus bagi kamu yang ingin memulai mempelajari machine learning, saya sarankan untuk mencoba memulainya dengan mengikuti kursus singkat machine learning pada tautan berikut. Kabar baiknya adalah kursus ini tersedia dalam bahasa Indonesia, walaupun suara dubbing-nya masih terasa janggal.

Google Dataset Search

Data merupakan hal yang esensial untuk proyek AI-mu karena tanpanya model AI tidak dapat dilatih. Google Dataset Search memudahkan kita untuk mencari dataset sesuai dengan kebutuhan. Cara kerjanya sebenarnya sama saja dengan mesin pencari Google yang biasa kita gunakan. Akan tetapi, hasil pencarian pada Google Dataset Search ini lebih spesifik pada pencarian data beserta informasi detail mengenai data tersebut. Sebagai contoh, saya mencoba menggunakan layanan ini dengan memasukkan kata kunci ‘indonesia’, hasilnya ada banyak sekali dataset yang berkaitan dengan Indonesia di berbagai bidang seperti pada ilustrasi berikut (dataset mengenai sejarah kebakaran di Indonesia pada tahun 2001-2015).

Hasil pencarian Google Dataset Search dengan menggunakan kata kunci 'indonesia'.
Hasil pencarian Google Dataset Search dengan menggunakan kata kunci ‘indonesia’.

Tentu untuk mendapatkan hasil yang lebih spesifik, kamu dapat menambahkan kata kunci lainnya. Satu hal penting yang harus diperhatikan yaitu mengenai lisensi yang harus diperiksa sebelum kamu mulai menggunakan data tersebut untuk mencegah terjadinya pelanggaran.

Google Colaboratory

Saya yakin Google Colaboratory (atau disingkat menjadi Google Colab) ini bakal menjadi layanan favorit yang sering kamu gunakan dalam menggarap proyek AI. Pasalnya adalah layanan ini menyedikan tempat untuk menulis kode sekaligus mengeksekusinya secara mudah. Library yang sering digunakan para praktisi pun sudah disediakan secara otomatis. Dengan demikian, kita tinggal membuka halaman Google Colab, mulai membuat file baru, dan selanjutnya kita dapat langsung menulis kode. Sebagai ilustrasi, saya mencoba untuk memvisualisasikan data bunga Iris yang sering kali digunakan sebagai tutorial dasar klasifikasi baik menggunakan metode machine learning konvensional maupun metode deep learning yang menggunakan jaringan saraf tiruan. Beberapa library standar seperti numpy, matplotlib dan sklearn dapat kita import secara langsung tanpa harus melewati proses instalasi. Praktis bukan?

Visulisasi data bunga iris dengan menggunakan Google Colab.
Visulisasi data bunga iris dengan menggunakan Google Colab.

File colab yang telah kita buat tersebut secara otomatis akan disimpan di dalam folder ‘Colab Notebooks’ di layanan Google Drive kita. Untuk selanjutnya, kita juga dapat membuat file Google Colab baru di folder tersebut.

Layanan Google Colab yang dapat diakses melalui Google Drive.
Layanan Google Colab yang dapat diakses melalui Google Drive.

Sebagai informasi tambahan, layanan Google Colab ini bahkan memungkinkan kita untuk menggunakan graphics processing unit (GPU) secara gratis untuk melatih model AI kita.

Google Cloud

Bagi kamu yang ingin mencoba untuk mengembangkan model AI dengan menggunakan server sendiri (dedicated server), kamu dapat mencoba layanan ini secara gratis karena Google menyediakan kredit gratis senilai $300 selama masa uji coba yang dapat kamu gunakan untuk kepentingan proyekmu. Klik pada tautan ini untuk mendaftar pada layanan ini.

Tampilan Google Cloud yang dapat dicoba secara gratis.
Tampilan Google Cloud yang dapat dicoba secara gratis.

Di dalam layanan Google Cloud ini tersedia juga banyak perkakas yang terkait dengan AI yang dapat kamu coba, mulai dari natural language processing, machine translation atau vision sampai kepada video intelligence seperti ilustrasi di bawah ini.

Google Scholar

Terakhir tetapi tidak kalah pentingnya ialah Google Scholar atau Google Cendikia. Layanan ini memungkinkan kita untuk mencari paper atau karya tulis ilmiah yang sudah dipublikasikan. Cukup dengan menggunakan kata kunci spesifik untuk proyek AI kita, seperti “brain deep learning” (lihat ilustrasi), maka halaman pencarian publikasi terkait kata kunci tersebut akan muncul. Kemudian kita dapat mengikuti tautan tersebut untuk menuju halaman publikasi. Selain menggunakan kata kunci berupa istilah, kamu juga dapat mencari menggunakan nama penulis.

Google Scholar untuk mencari publikasi karya ilmiah.
Google Scholar untuk mencari publikasi karya ilmiah.

P.S.: Untuk dapat mengunduh publikasi tersebut, kamu harus mempunyai akses terpisah, misal dari institusi / universitas.


Jika ada pertanyaan, koreksi, ataupun ingin sekadar berdiskusi lebih lanjut, silakan gunakan kolom komentar untuk berkomunikasi dengan penulis.

About author
Mahasiswa program doktoral di Korea University, Korea Selatan dengan jurusan Brain & Cognitive Engineering | Anggota dari Machine Intelligence Lab @ Korea University | Perintis dari Konsep.AI
Articles
Related posts
StartupUlasan

7 startup Indonesia yang telah menerapkan teknologi AI

3 Mins read
Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi kecerdasan artifisial sangatlah pesat. Hampir di seluruh sektor kehidupan, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, sampai ke…
Ulasan

5 Model Populer dari Jaringan Saraf Tiruan (JST)

4 Mins read
Jaringan saraf tiruan atau artificial neural networks (ANNs) merupakan model yang mengacu pada pendekatan konsep kecerdasan artifisial connectionism. Pendekatan ini melihat bagaimana…
Ulasan

5 ebook kecerdasan artifisial yang tersedia secara gratis

3 Mins read
Kalian yang ingin mulai belajar mengenai konsep kecerdasan artifisial tentunya pernah mencari-cari sumber belajar, baik itu berupa buku, tutorial, maupun kumpulan kode….
Daftarkan email kamu untuk mendapatkan ulasan terkini seputar teknologi kecerdasan buatan!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
Ulasan

Mengenal Jaringan Saraf Tiruan (Neural Networks)